Artikel guru

  • PDF
  • Cetak

Bagaimana Menjadi Guru Yang Baik

  • Ditulis oleh Obtain Hary Subagyo

Menjadi Guru Akhir-akhir ini cukup dimininati oleh para lulusan Perguruan Tinggi atau bahkan yang mau lulus dari SMA/MA pun sudah bercita-cita menjadi Guru atau pilihan yang penulis lihat pada PMDK nya ternyata memilih Jurusan Pendidikan. Ditinjau dari Ilmu Agama Memang sungguh Mulia Cita -cita generasi Kita sekarang ini. Semua itu sebenarnya tidak lepas dari berita-berita tentang adanya peningkatan kesejahteraan guru seperti misalnya rencana kenaikan gaji 100%, adanya sertifikasi guru sehingga apabila seorang guru sudah lulus sertifikasi maka otomatis mereka mendapat tunjangan yang besarnya satu kali gaji pokok. Lumayan kan cukup untuk menambah satu istri lagi heee. heee. heeee...... Tapi jangan khawatir bagi guru muda yang belum sertifikasi, karena Saya sendiri yang sudah tua masa Kerja 15 tahun belum juga diberi kesempatan mengikuti sertifikas. Makluuuuuuum kesalahan sistem jadinya harus dipasung dulu oleh kebijakan Pejabat Kita yang hanya bisa duduk nikmati gaji tapi tahu apa yang terjadi dilapangan heee......... heee............

Selanjutnya: Bagaimana Menjadi Guru Yang Baik

  • PDF
  • Cetak

Sertifikasi Yang Tak Bijak

  • Ditulis oleh Obtain Hary Subagyo

Gegap gempita sertifikasi Guru sekarang ini rupanya tak lagi bergema seperti petir di siang bolong yang membuat semua guru sibuk kebingungan. Namun demikian itu tak penting karena sebagian Guru yang telah lulus sertifikasi telah ketiban dan menuai hasilnya dengan menerima Tunjangan Gaji sertifikasi karena telah dianggap sebagai Guru profesional. Besarnya tunjangan memang lumayan, cukup untuk tambahan koleksi tabungan atau menambah perabot yang diinginkan atau yang lainnya yang belum punya. Tak begitu lama lagi menyusul para guru yang baru saja lulus sertifikasi tahun 2008 ini, begitu selanjutnya akan menyusul lagi guru untuk persiapan sertifikasi tahun 2009 yang akan datang. Tapi Jangan lupa sebenarnya ada sebagian guru yang masih tertinggal yaitu guru yang tidak Sarjana karena semua itu hanya berlaku bagi guru lulusan Sarjana (S1), D4 atau diatasnya. Padahal sebenarnya pengabdian mereka untuk mencerdaskan bangsa telah dijalaninya puluhan tahun. Dia merasa tidak ada kesempatan dan tidak ada kata menunggu giliran mengikuti sertifikasi guru yang pada akhirnya bisa menikmati gaji gratis hasil sertifikasi. Pokoknya mengajar aja terus sambil menonton pertunjukkan teman-teman guru lain bersertifikasi, tak memandang guru yang tua atau muda, yang penting Asal Sarjana maka telah memenuhi kriteria atau syarat wajib mengikuti sertifikasi.

Selanjutnya: Sertifikasi Yang Tak Bijak