Pemilu 9 April 2009 Bagaimana Nasibnya ?
Tak Terasa Pemilu 2009, bulan april ini segera bergulir. Pesta Demokrasi Yang Mengeruk Dana Jutaan Dollar ini membuat perhatian semua Politikus yang berkendaraan Politik (Partainya) masing-masing siap bertanding untuk meraih suara sebanyak-banyaknya. Berbagai upaya untuk meraih simpati masyarakat alias calon pemilih diluncurkan seperti roket yang hendak menuju ke Angkasa. Strategi dan jurus-jurus yang telah diberikan oleh suhunya dipraktikkan. Lihat saja disetiap jalan, sudut-sudut jalan protokol, jembatan, kendaraan, dekat pos Siskamling atau dimana saja asal dianggap strategis, baik di kota maupun di desa telah terpampang baleho, spanduk, pamplet yang mengumbar Misi Partai, dan pada intinya punya tujuan sama yaitu menarik simpati masyarakat atau dengan kata lain “ Pilihlah Partaiku dan aku ini sebagai calon legislatifnya karena akulah yang terbaik dari semuanya, akulah yang sanggup mengembang aspirasi masyarakat”. Bahkan lagi ada sebagian Partai atau Caleg yang membagi-bagikan kaos, kalender, stiker atau satu lagi yang besar biayanya yaitu iklan di TV swasta, tentu saja sekali lagi misinya sama yaitu untuk mencari simpati sekaligus supaya pilihan masyarakat pada Pemilu April nanti jatuh di Pundaknya. Hitung saja berapa dana yang telah dikeluarkan Partai atau caleg untuk melakukan semua itu. Tidak peduli sumber mencari duitnya itu dari mana tapi semoga biaya itu berasal dari dana partai ditambah dari kantong pribadi caleg. ( Sungguh Berani Berkorban Caleg Kita ini hanya demi mengemban Aspirasi Rakyat Nanti ). Andai itu Penulis : Nanti Dulu Jika Berkorban Untuk itu, sebab lebih baik berkorban di bidang yang lain, yang penting sama-sama untuk kepentingan masyarakat walaupun tidak perlu orang lain tahu. Heee.heee. heeee.
Apa yang telah dilakukan oleh partai politik ataupun calon legislatif itu tentu wajar-wajar saja menurut kaca mata yang digembar-gemborkan oleh Pakar Politik di Negeri ini yang kalau tidak salah namanya “Demokrasi”. Nah Sekarang Bagaimana kalau Kita pakai kaca mata yang bisa dirasakan yaitu dengan Hati Nurani, tentu saja jawabnya ada pada diri masing-masing. Orang Mau berkorban habis-habisan hanya untuk mencapai tujuan yang diimpi-impikannya, akan tetapi setelah itu lupa akan Janji dan Amanah yang Dia embannya, maka tentu saja bertolak belakang dengan hati nurani. Memang tidak semua Caleg Kita seperti itu, tetapi kebanyakkan seperti itu. Lihat Saja apa yang sudah terjadi saat ini, Pertanyaannya adalah : Terakomodasikah aspirasi masyarakat di Gedung Dewan untuk menjadikan birokrasi di daerah menjadi tidak berbelit-belit alias selalu dipersulit ?, Terakomodasikah Keinginan Pedagang kaki Lima untuk mendapatkan tempat yang layak dalam menjajakan dagangannnya ?, Terakomodasikah para Petani mendapatkan harga pupuk yang murah dan menjual harga panennya dengan harga yang pantas?, Terakomodasikah mayarakat mudah mencari gas bersubsidi dan bensin?, Terakomodasikah Pengangguran yang bertambah banyak?. Sebenarnya Masih Banyak Terakomodasikah yang lain yang tidak disebutkan disini. Kalau disebutkan jadi tambah panjang Tulisan ini.
Dari itu semua maka wajar-wajar saja jika masayarakat sudah tidak percaya lagi pada Caleg Kita walaupun Mereka telah menerima Pemberian seperti yang disebutkan diatas. Sebab sebenarnya Masyarakat bukanlah pengemis yang senang diberi apalagi Cuma diberi kalender, stiker, baju/ kaos yang bergambar partai atau caleg dan tentu saja dari sebagian masyarakat malah malu memakai karena ada gambar Calon Pengemban Amanah Masyarakat. Maka Selanjutnya tak heran jika menurut Survei sementara bahwa banyak masyarakat Kita yang akan Golput pada Pemilu 2009 ini. Padahal Sebutan yang benar menurut Penulis bukan Golput tetapi Golhit ( Golongan Hitam ). Mengapa Golongan hitam ? Karena Tidak Punya Tujuan Pilihan, semua Partai dan Caleg yang ada di depannya terlihat tampak hitam, tidak ada putihnya lagi. ( Penulis mohon maaf kepada Para Golput, bukan maksud untuk menggurui ). Tapi itu adalah Pilihannya dan sekali lagi wajar-wajar saja, Cuma yang jelas Kata Pakar Politik itu sama halnya tidak ikut berdemokrasi. Memang Kalau Kita pikir begitu sayang dengan banyaknya biaya yang dikeluarkan oleh Negeri ini tetapi kesempatan untuk menentukan pilihan dibuang akibat ketidakpercayaan lagi pada Calon Kita.
Yang Jelas sebenarnya tinggal bagaimana Partai Politik Peserta Pemilu dan Calegnya benar-benar menggunakan hari nurani untuk menjalankan AMANAH jika mereka menang nanti. Ingat sebenarnya Pekerjaan Yang paling berat adalah Menjalankan Amanah, Caleg bisa menumpuk Dosa jika tidak benar-benar manjalankan amanah. Oleh Karena itu Jika baru Kampanye ini saja Para Caleg sudah lepas dari tujuan maka bisa dipastikan Caleg Pasti tidak mampu menjalankan Amanah dan hanya akan menumpuk dosa saja. Kalau ini benar terjadi lagi maka masyarakat bukan malah membenci pada Caleg tetapi justru malah kasihan terhadap Caleg Kita. Seberapa banyak Harta yang Caleg punya itu hanyalah Hiasan Dunia dan sekali lagi Masyarakat justru mengasihaninya. Laksanakan Amanah karena Allah jikalau memang Anda Beragama Islam, laksanakan Amanah dengan Hati Nurani jikalau memang Anda Manusia, laksanakan Amanah dengan ilmu jikalau memang Anda bersekolah tinggi, laksanakan dengan tenaga jikalau memamng Anda kuat dan laksanakan dengan berpihak pada rakyat jikalau memang Anda sudah dipilihnya.
Nasib Pemilu 2009 sebenarnya hanya di tangan Anda, Kami hanya bisa memilih yang terbaik dari Anda. Waktu masih tersisa beberapa hari lagi, masih ada kesempatan untuk meyakinkan kaum Golput berubah pikiran yang mungkin akan bisa memberikan kesempatan pada Partai atau Caleg sekali lagi di Pemilu 2009 ini, jangan sia-siakan Hee. Heee. Heeee. Heee………….. Weleh Penulis kok Kayak Promosi Jasa atau barang Gini haaaa. Haaaaaa. Haaaaa………………….. Gak Apa–apa siapa tahu dengan ini membuat mereka Kaum Golput bisa ikut pemilu 2009, kasihan Negeri ini yang mengeluarkan dana begitu banyak untuk pesta demokrasi nanti. Tidak Ada maksud lain dari Penulis dalam menulis ini, melainkan hanya sekedar menulis untuk mengisi web yang masih kosong. Dibaca orang syukur gak dibaca yaa sudah, yang penting itulah kenyataan yang berkembang.
Jika Partai dan Caleg pada kenyataanya nanti ternyata memang hanya mementingkan Pribadi, golongan dan partainya atau mengingkari hari nuraninya maka bisa dipastikan pada Pemilu 2014 semua masyarakat 100% akan Golput ( wah itu gak masuk akal dong?, Habis gimana saking kasihannya sama Caleg sih …. ). Kalau itu terjadi terus bagaimana nasib Negeri ini, apakah Negeri ini harus diformat lagi oleh Allah, masih mending kalau yang diformat hanya manusia yang mengingkari !, kalau yang diformat semua manusia negeri ini gimana, itu kan menakutkan. Heee …… heee…… he ……. Kita berdoa Semoga itu tidak terjadi, karena masih banyak masyarakat Kita yang memang belum merasakan kemakmuran hidup dari sumber alam berlimpah yang di berikan Allah di negeri ini. Lewat perantara para Caleglah kemakmuran di negeri bisa dinikmati semua lapisan masyarakat. Sungguh kasihan manusia-manusia yang merampas kemakmuran rakyat karena mereka tidak akan pernah sadar untuk tidak menjadi koruptor, Ia lakukan terus menerus dan terus – terus – terus – terus – terus dan terus, tidak ada sedikitpun keinginan untuk berhenti ( Senang kali jadi koruptor yang merampas kemakmuran rakyat ) heeee………. Heee………..heeee………..
| Comments |
|












